Total Tayangan Laman

Sabtu, 16 Maret 2013

Perbedaan kritik dan saran, Membangun atau menjatuhkan

Perbedaan Kritik dan Saran

1. KRITIK : Melihat kekurangan, sifatnya menjatuhkan, mempermalukan, mempertontonkan kepintaran orang yang mengkritik.

Rata-rata orang-orang pengkritik adalah orang-orang yang menjelaskan bahwa dia berada di level lebih bawah di banding orang yang dikritiknya. Karena mereka hanya bisa melihat kekurangan, tapi tak bisa menciptakan sebuah karya.

Pengkritik yang sesungguhnya harus memiliki level lebih tinggi di bidang yang sama yang ditekuni oleh orang yang di kritiknya, tidak boleh di bidang lain.

Walaupun level mereka lebih tinggi, belum tentu juga kritikan harus di dengar. Kenapa? Kritik menghapus keragaman, kritik menghapus ciri khas, kritik membuat beberapa orang down sebelum dia mencapai puncak mahakaryanya.

Orang-orang selalu bilang kritik itu membangun. Yups, untuk orang yang bermental baja, tapi bagi yang bermental kerupuk, itu bersifat melumpuhkan. Pertanyaannya, apakah orang-orang bermental baja saja yang boleh maju? Off course not!

Cause orang-orang bisa lemah dan kokoh kadang-kadang bukan kemauannya. Ada tambahan faktor psikologi lingkungan, psikologi keluarga dan genetis yang tak bisa dilawan begitu saja. Nah... pertanyaannya apakah orang-orang lemah perlu dibanting dulu agar dia memiliki kepribadian yang kuat. Lagi-lagi jawabannya, No!

Karena gue percaya sekuat dan setegar apapun orang-orang yang pernah di sakiti, mereka akan lebih sulit menikmati kehidupan di banding orang-orang yang jalan hidupnya lurus dan damai. Seperti perumpamaan betapa susahnya orang pintar menikmati kehidupan dibanding orang yang biasa-biasa saja atau bodoh. Jadi nggak ada gunanya menyakiti mahluk yang lebih lemah dan mengajari mereka soal kekerasan dan sakit selagi itu tidak perlu.

Kalau hidup anda sudah menderita dan cukup keras, pernah dapat perlakuan kasar, jangan seret mahluk lain merasakan hal yang serupa. Itu tindakan pengecut dan egois.

2. Saran : Melihat kekurangan, namun bersifat merangkul, memberikan tambahan dengan besar hati.
Walaupun tipis perbedaan antara dua hal ini, namun pemberi saran adalah orang-orang dengan mental kemanusiaan lebih baik. Mereka biasanya tidak mau tampil di publik secara terang-terangan untuk mencari perhatian.

Semakin tulus mereka, maka semakin sembunyi-sembunyi mereka memberikan argumen. Semakin pamer mereka, semakin berbelit-belit pula kosakata dan istilah-istilah rumit yang dimasukkannya.
Oh ya, ada juga sih kritik yang sembunyi-sembunyi, tapi tetap tidak berguna karena mereka lebih bersifat menyerang.

Apalagi di negara ini, semua orang kentut lewat komen tulisan di artikel-artikel berita koran, web, facebook, yahoo new, kaskus. Menanggapi bukan dengan kebijakan, tapi dengan makian. Menjelaskan bahwa mereka hanya komunitas pinggiran yang sebenarnya belum lengkap berevolusi sebagai manusia, alias masih manusia purba. Menjelaskan juga betapa frustasinya mereka menjalani kehidupan hingga kerjanya meluapkan rasa tidak berdaya dengan makian pada orang lain. Menjelaskan terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia di kehidupan mereka yang tidak berguna hingga online sepanjang hari adalah satu-satunya hal yang bisa mereka kerjakan.

Demokrasi bukan berarti jadi air comberan cuy..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar